Sabtu, 05 Maret 2016

Cara Kerja Profit Sharing

Sejatinya profit sharing adalah sistem bagi hasil antara investor dengan pengelola/pekerja, dengan besaran  porsi yang telah ditentukan.
Disini saya akan membahas profit sharing yang saya kelola, saya mengelola secara pribadi tanpa ada keterkaitan dengan pihak manapun hanya antara penulis dan investor yang terikat hukum.
Dana akan dikelola di dalam pasar forex, forex yaitu jual beli mata uang.

Seperti ini profit sharing yang di kelola :

sistem bagi hasil                                                                                                           70% : 30%

besaran investasi bebas ( misal 5 juta) dan disarankan minimal 500 ribu.


Profit per hari                                                                                                              1.5 % sd 2%

profit 5 hari dalam seminggu                                                                                      7.5% sd 10% 

dalam sebulan 24 hari                                                                                                30%   sd  40 %


Modal  5.000.000,- perhari 1.5%                                                                                     150.000,- 

Per minggu (5 hari )  150.000,- x 5                                                                                  750.000,- 

Perbulan 4 minggu 750.000,- x 4                                                                                   3.000.000,-

bagi hasil investor 3.000.000,- x 70%                                                                            2.100.000,-

bagi hasil pengelola 3.000.000,- x 30 %                                                                           900.000,-

perbulan akan menerima profit sebesar 3.000.000,- dengan asumsi setiap hari profit. Namun  dalam trading sistem forex tidak bisa memprediksikan keuntungan setiap hari. Oleh karena itu pembayaran profit dilakukan setiap awal bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. bisa lebih atau kurang dari yang sudah di perhitungkan.

Hp/WA. 08116881092

email;  muhammad.ichsan90@gmail.com
Meminimalisir Risiko


Kegagalan perencanaan keuangan adalah suatu kejadian yang hampir seluruh manusia pernah mengalami. Hal ini terjadi karena tingkat kebutuhan pribadi semakin bertambah  seiring dengan bertambahnya usia, jumlah tanggungan, dan kebutuhan akan fasilitas penunjang lainnya.

Faktor yang menyebabkan gagalnya sebuah perencanaan keuangan yang utama adalah tingkat konsumsi/penggunaan uang yang tidak terkendali, seperti membelikan kebutuhan yang tidak begitu diperlukan, mengikuti trend/gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan.
Namun hal ini dapat dihindari dengan berinvestasi


Ø  Jangka Pendek seperti profit sharing ( bagi hasil dengan return setiap bulan)

Ø  Jangka Menengah seperti asuransi dan deposito

Ø  Jangka Panjang seperti program Dana Pensiun

Misalanya seperti profit sharing, investasi yang seperti ini sangat membantu untuk menutupi kebutuhan bulanan. Dikarenakan investasi seperti ini banyak dicari oleh sejumlah investor. Selain karena return yang cepat juga mempunyai konsistensi yang tetap. Namun para investor juga berhati hati dalam menginvestasikan dana dalam produk profit sharing, karena rawan penipuan.
Agar terhindar dari penipuan kita harus mempunyai perjanjian mengikat/taat hukum, untuk berjaga jaga apabila terjadi hal yang tidak di inginkan dapat di selesaikan secara hukum.
untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang sekarang sudah banyak lembaga keuangan yang memasarkan produk seperti itu, tetapi proses return/keuntungan yang di terima terlalu lama untuk memenuhi kebutuhan yang kita hadapi dalam hitungan hari.

Oleh karena itu apabila seseorang ingin berinvestasi pilihlah jenis investasi yang berbeda. Yang dapat menutupi kebutuhan hari esok, tahun depan dan puluhan tahun yang akan datang.
Alasan perlunya berinvestasi

Pada dasarnya seseorang melakukan investasi adalah  untuk menghasilkan sejumlah uang dalam jangka pendek, jangka menengah, ataupun jangka panjang. Dengan adanya investasi seseorang merasa keberlangsungan ekonomi akan terjamin dimasa mendatang untuk menghadapi perubahan - perubahan ekonomi baik secara nasional ataupun internasional.

Alasan seseorang untuk berinvestasi yaitu:

1. Profit

Profit/keuntungan adalah alasan utama seseorang untuk memulai investasi, dengan harapan memperoleh pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa depan. Banyak sekali pilihan investasi mulai dari deposito, obligasi, asuransi, pasar modal dan sebagainya.

2. Risiko

Risiko yang dihadapi pada saat terjadinya inflasi adalah mengalami penurunan kekayaan, oleh karena itu investasi menjadi salah satu pilihan untuk menjaga keseimbangan ekonomi untuk menghadapi risiko di masa depan.

3. Jangka waktu

Jangka waktu investasi adalah pilihan untuk pertimbangan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tujuan investasi seperti dana pensiun ( jangka panjang ), asuransi (jangka pendek), dan deposito atau profit sharing ( jangka pendek ).
 
Proses investasi

1. Seorang calon investor harus mengetahui prospek investasinya, seperti besaran keuntungan ataupun kerugian dalam berinvestasi.

2. Setiap investor harus siap menerima berbagai resiko dalam berinvestasi.

3. Mengerti dan memahami investasi yang akan dipilih

4. Jika memiliki modal investasi awal jangan gegabah untuk memilih pada satu jenis investasi, pilih 2 atau 3 jenis investasi yang berbeda( pendek menengah dan panjang).